Pilihan bahasa

Doa Penutup Majelis dan Doa Pembuka Majelis yang Perlu Diketahuo

Doa Penutup Majelis dan Doa Pembuka Majelis

Doa Penutup Majelis dan Doa Pembuka Majelis

Sahabat pelajaranputih doa merupakan salah satu lafalan atau bacaan yang mana diucapkan untuk tujuan tertentu. Seperti meminta keberkahan, memohon kebaikan dan lain sebagainya. Itulah mengapa setiap kali akan melakukan suatu kegiatan, kita dianjurkan untuk berdoa lebih dulu. Seperti halnya dalam majelis, kita seringkali mengenal doa pembuka dan penutup majelis yang sering dilafalkan.

Majelis merupakan suatu perkumpulan yang mana membahas segala macam persoalan dunia dan akhirat. Biasanya lebih dikenal sebagai perkumpulan pengajian atau perkumpulan yang isinya penyampaian dakwah mengenai agama Islam. Jika anda adalah salah satu yang aktif menghadiri acara majelis ini, tentu anda sering juga melafalkan bacaan doa kafaratul majelis yang biasanya diucapkan dalam majelis.

Melihat fenomena ini, maka kita perlu untuk membahas tentang bacaan doa pembuka maupun penutup majelis ini. Apa sebenarnya tujuan yang terkandung dari kita melafalkan doa tersebut dalam majelis. Apakah hal tersebut juga merupakan salah satu anjuran yang wajib untuk kita lakukan. Berikut ini akan dibahas mengenai hadis atau ayat yang menjelaskan mengenai doa majelis ini.

Pembahasan Doa Pembuka Majelis dan Doa Penutup Majelis

Tujuan Doa Pembuka Majelis dan Doa Penutup Majelis

Dalam hal ini, terdapat hadis yang mana menjelaskan tentang doa kafaratul majelis.

عَنْ أَبِى بَرْزَةَ الأَسْلَمِىِّ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ بِأَخَرَةٍ إِذَا أَرَادَ أَنيَقُومَ مِنَ الْمَجْلِسِ « سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ

وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْك». فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ لَتَقُولُ قَوْلاً مَا كُنْتَ تَقُولُهُ فِيمَا

مَضَى. قَالَ « كَفَّارَةٌ لِمَا يَكُونُ فِى الْمَجْلِسِ

Dari Abu Barzah Al-Aslami, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata di akhir majelis jika beliau hendak berdiri meninggalkan majelis, “Subhanakallahumma wa bihamdika asyhadu alla ilaaha illa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik (artinya: Maha Suci Engkau Ya Allah, segala pujian untuk-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau dan aku meminta ampunan dan bertaubat pada-Mu).”

Ada seseorang yang berkata pada Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, engkau mengucapkan suatu perkataan selama hidupmu.” Beliau bersabda, “Doa itu sebagai penambal kesalahan yang dilakukan dalam majelis.” (HR. Abu Daud, no. 4857; Ahmad, 4: 425. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Dalam hadist ini dijelaskan bahwa keutamaan dari membaca doa akhir majelis adalah untuk menghapuskan kesalahan yang dilakukan selama ada dalam majelis. Dengan kata lain, doa ini menghapuskan kesalahan selama berada dalam majelis tersebut seperti kata-kata yang sia-sia misalnya. Doa ini merupakan doa yang diucapkan ketika akan beranjak atau berpisah dari majelis.

Baca Juga  Doa Aqiqah Lengkap Arab Dengan Terjemahannya

Dalam majelis biasanya tidak hanya berupa kegiatan duduk saja atau membicarakan hal-hal yang berfaedah. Didalamnya pun terdapat juga candaan, kegaduhan, kemudian hal-hal yang mungkin kurang menghargai orang lain, atau juga adab-adab yang kurang dalam majelis tersebut. Sehingga dianjurkan untuk membaca doa pembuka dan penutup majelis untuk menghapuskan kesalahan dan kekeliruan yang dilakukan.

Hukum Membaca Doa Pembuka dan Penutup Majelis Lantang

Kita tahu bahwa ada fenomena dimana dalam majelis biasanya diakhiri dengan membaca doa lantang dan keras bersama-sama. Hal ini telah menjadi adab atau kebiasaan yang sudah sering dilakukan dalam majelis. Biasanya pendakwah akan mengajak kita melafalkan doa untuk menutup majelis ini secara bersama-sama dengan lantang dan suara yang keras.

Dalam hal ini, sebenarnya tidak ada yang mendasari untuk membaca doa untuk menutup majelis dengan keras dan lantang. Bahkan doa dapat dilakukan dan dibaca sendiri dalam hati. Jika doa yang dilafalkan secara bersama-sama ini adalah sebagai tujuan untuk mengingatkan orang-orang yang lupa maka hal ini sangat dianjurkan dan boleh saja dilakukan.

Namun jika hal ini menjadi salah satu timbulnya perasaan riya. Maka hal ini tidaklah dianjurkan. Untuk hukum membaca doa pembuka maupun doa penutup majelis ini adalah sangat dianjurkan. Sedangkan hukum untuk membacanya serentak dan dengan suara yang keras atau lantang tidak lah wajib. Apalagi jika hal tersebut menimbulkan perasaan riya.

Itulah keutamaan dari membaca doa pembuka dan penutup majelis. Doa ini bertujuan sebagai penghapus kesalahan dan kekeliruan yang terjadi selama dalam majelis tersebut. Karena dalam majelis biasanya banyak terdapat pembicaraan yang kurang berfaedah atau tidak berguna.