Pilihan bahasa

Keajaiban Sedekah Dalam Kehidupan Manusia Didunia

Keajaiban Sedekah

Keajaiban Sedekah

Apa Yang Dimaksud Sedekah dan Keajaiban Sedekah Itu?

Sahabat pelajaranputih pengertian sedekah dapat dilihat dari akar katanya. Kata sedekah yang berasal dari kata “shodaqo”, kata ini terdiri dari tiga huruf dalam Al-Qur’an. Ketiga huruf tersebut antara lain Shad, Dal, dan Qaf yang bermakna benar atau jujur. Di Indonesia kata itu menjadi sedekah. Pengertian sedekah yang benar adalah mengeluarkan harta di jalan Allah. Hal ini membuktikan kejujuran dan keimanan seseorang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sedekah merupakan pemberian yang dilakukan secara sukarela, dari seseorang untuk orang lain, berlandaskan hati yang ikhlas, untuk mendapatkan pahala dan ridha dari Allah semata.

Dalil sedekah sebagai landasan pelaksanaannya dapat dilihat dalam hadits tentang sedekah berikut. Rasulullah SAW bersabda : “Kepada tiap muslim dianjurkan bersedekah“. Para sahabat bertanya : “Hai Nabi, bagaimana orang-orang yang tidak mendapatkan sesuatu yang akan disedekahkan ?“, Rasulullah SAW menjawabnya : “Hendaklah ia berusaha dengan tenaganya hingga ia memperoleh keuntungan bagi dirinya lalu ia bersedekah (dengannya)“. Mereka bertanya lagi : “Jika ia tidak memperoleh sesuatu ?“, Jawab Rasulullah : “Hendaklah ia melakukan kebaikan dan menahan diri dari kejahatan, karena hal itu merupakan sedekah” (HR. Ahmad bin Hanbal).

Selain itu terdapat pula ayat tentang sedekah sebagai berikut. “Ya TuhanKu, mengapa Engkau tidak menangguhkan kematianku sampai waktu yang dekat yang menyebabkan aku dapat bersedekah, dan aku termasuk orang-orang yang shaleh” (Surah Al Munafiqun 63: 10). Surah at-Taubah ayat 103 memerintahkan Nabi Saw. mengambil zakat harta dari mereka yang memenuhi syarat-syarat, demikian juga surah at-Taubah ayat 60 yang berbicara tentang mereka yang berhak menerima zakat dengan menggunakan kata ‘sedekah’ dalam arti zakat wajib

Keajaiban Sedekah, Zakat, dan Infaq

Banyak cerita orang mengenai keajaiban sedekah sebagaimana hikmah sedekah pada anak yatim. Selain sedekah ada pula infaq yang seringkali orang bingung atau belum paham mengenai perbedaan di antara keduanya. Infak dan sedekah memang memiliki persamaan yakni tidak ditentukan nisabnya, perbedaan infaq dan sedekah juga sangat jelas. Yakni, infak diperuntukkan khusus dalam bentuk materi Finansial. Sedangkan sedekah, bisa diperuntukkan dalam bentuk apa saja, seperti membaca takbir, tahmid, tahlil, melempar senyum, melakukan kegiatan amar maruf nahi mungkar, dan lain sebagainya. Selain itu, ‘Sedekah’ juga hanya digunakan untuk pengeluaran harta yang sifatnya sunnah. Sementara itu, infak mencakup segala macam pengeluaran: harta atau bukan, yang wajib atau yang bukan, secara ikhlas atau dengan pamrih.

Baca Juga  Kisah Nabi Sulaiman Yang Tercantum Dalam Al Qur'an

Lalu bagaimana perbedaan zakat dan sedekah? zakat adalah mengambil sebagian harta dengan ketentuan tertentu untuk diberikan kepada kelompok tertentu. Menurut kewajiban melakukannya, zakat adalah amal ibadah yang wajib dijalankan oleh setiap muslim yang dikenai kewajiban membayar zakat dan diberikan kepada 8 golongan masyarakat. Sedangkan amal sedekah dan infak tidak wajibkan, hanya saja disunnahkan untuk dilakukan umat Islam. Perbedaan zakat, infak dan sedekah yang kedua adalah waktu pembayarannya. Kita dapat berinfak dan bersedekah kapan saja ketika memiliki kemampuan membayarnya. Sedangkan waktu pembayaran zakat hanya boleh dilakukan pada masa-masa tertentu saja. Zakat fitrah wajib dibayarkan selama bulan Ramadhan, lalu zakat maal dibayarkan ketika telah mencapai nisabnya dan dimiliki penuh selama setahun

Apakah Yang Diperoleh Setelah Bersedekah?

Bersedekah dapat dilakukan dengan banyak cara, salah satunya dengan sedekah pada anak yatim. Bersedekah pada anak yatim merupakan tabungan, yang manfaat dahsyatnya sedekah dirasakan tidak hanya untuk dunia akhirat kelak. Banyak manfaat dan keutamaan sedekah, diantaranya:

  1. Sebagai kesempurnaan iman dan islam
  2. Wujud rasa syukur dan husnudzan kepada Allah
  3. Mensyukuri nikmat Allah
  4. Berbagi kebahagiaan dengan orang lain.