Pilihan bahasa

Kisah Nabi Sulaiman Yang Tercantum Dalam Al Qur’an

Kisah Nabi Sulaiman

Kisah Nabi Sulaiman

Sahabat pelajaranputih sebagai kaum muslim, kita diwajibkan untuk beriman kepada 6 rukun iman, yang salah satunya adalah beriman kepada para rosul Allah. Banyaknya para rosul yang wajib diketahui dan diyakini oleh umat islam adalah sebanyak 25 nabi dan rosul. Di antara para rosul yang wajib diimani tersebut adalah seorang rosul yang kisahnya sangat terkenal dapat berbicara kepada binatang yaitu kisah nabi Sulaiman. Untuk mengetahui kisah nabi Sulaiman lengkap saat ini sangat mudah, para ustad, pelajar, ataupun umum dapat membeli buku kumpulan cerita nabi Sulaiman di toko – toko buku islami ataupun di internet.

Kisah nabi Sulaiman dengan ratu Bilqis

Dari beberapa kisah nabi Sulaiman, ada satu kisah yang sangat terkenal yaitu kisah nabi Sulaiman dengan Ratu Bilqis. Ratu Bilqis merupakan seorang pemimpin wanita yang berasal dari negeri Saba’, di mana negeri Saba’ tersebut adalah negeri yang sangat makmur karena tanahnya subur. Namun beribu sayang ratu Bilqis dan pengikutnya adalah para penyembah matahari.

Nabi Sulaiman adalah putra dari seorang nabi yaitu Nabi Daud. Di didik dengan lingkungan kenabian, menjadikan nabi Sulaiman memiliki watak yang luhur, otak yang sangat cerdas, pemikirannya dalam mengatasi masalah sangat bijaksana. Intinya watak – watak kenabian telah beliau dapatkan dari ketika beliau masih kecil. Oleh karena itu, ketika sang nabi Daud wafat, Nabi Sulaiman kemudian diangkat menjadi nabi dan Rosul oleh Allah dan beliau juga menjadi raja untuk kerajaan Israil.

Suatu ketika, kekeringan yang parah melanda wilayah Israil. Untuk mengantisipasi hal ini maka nabi Sulaiman memerintahkan semua pengikutnya baik dari manusia, bangsa jin dan binatang untuk mengadakan musyawarah agar menemukan solusi kekeringan yang melanda. Namun salah satu pengikutnya yang bernama burung Hud – Hud belum juga datang menghadap. Dan ternyata setelah sampai kehadapan Nabi Sulaiman, burung Hud – Hud menceritakan bahwa ia baru saja mencari tempat yang sumber airnya melimpah dan telah menemukannya, tempat itu bernama negara Saba’ dengan pemimpinnya adalah ratu Bilqis yang menyembah matahari.

Akhirnya nabi Sulaiman pun mengirim surat untuk ratu Bilqis melalui burung Hud – Hud yang isi surat tersebut adalah mengajak ratu Bilqis dan pengikutnya untuk hanya menyembah Allah dan tidak menyekutukannya. Ratu Bilqis pun segera mengadakan musyawarah dengan para pengikutnya dan tercapailah mufakat bahwa mereka akan datang ke kerajaan israil dengan panglima perang. Mendengar rencana ratu Bilqis tersebut, burung Hu – Hud pun segera mengabari Nabi Sulaiman dan nabi Sulaiman pun kemudian memerintahkan kepada para bangsa jin untuk segera memindahkan istana megah ratu Biqis ke hadapan Nabi Sulaiman.

Tidak membutuhkan waktu lama, istana ratu Bilqis pun segera berpindah di hadapan nabi Sulaiman. Sang nabi pun kemudian sujud syukur kepada Alloh. Ketika ratu Bilqis dan pengikutnya telah sampai kehadapan raja Sulaiman, ratu Bilqis terkagum – kagum. Di saat seperti itulah, nabi Sulaiman mengajak ratu Bilqis dan pengikutnya untuk memeluk agama islam. Dan akhirnya sang ratu Bilqis dan pengikutnya pun takluk dan menyerahkan diri kepada Allah.

Kisah nabi sulaiman singkat mengenai penaklukan ratu Bilqis ini di abadikan dalam Al Qur’an. Dalam kisah nabi Sulaiman dalam Al Quran tersebut diceritakan bahwa dalam pengimanannya, ratu Bilqis mengungkapkan bahwa ia bersama Sulaiman, ia berserah diri kepada Allah Tuhan semesta alam. Kisah nabi Sulaiman yang berhasil mengajak ratu Bilqis masuk ke dalam agama islam tercantum dalam Al Qur’an surat An Naml ayat 44 yang berbunyi :

Dikatakan kepadanya: “Masuklah ke dalam istana”. Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya kedua betisnya. Berkatalah Sulaiman: “Sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat dari kaca”. Berkatalah Balqis: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam”.

Baca Juga  Makam Nabi Adam AS : Jejak Jejak Peninggalan Sang Nabi

Kisah nabi Sulaiman dengan Semut

Nabi Sulaiman tidak hanya menjadi raja manusia, namun ia juga berkuasa terhadap binatang, terbukti beliau dapat berbicara dengan semua binatang. Salah satu kisah nabi Sulaiman yang mampu bercakap – cakap dengan binatang yang paling terkenal adalah kisah nabi Sulaiman dengan semut.

Ketika itu, nabi Sulaiman dan rombongannya sedang menuju lembah Asgalan, di tengah perjalanan tiba – tiba nabi Sulaiman menyuruh rombongannya untuk berhenti sebentar. Beliau mengatakan bahwa di depan mereka sedang terdapat rombongan semut. Oleh karena itu, nabi Sulaiman juga menyuruh rombongan semut tersebut untuk segera berlindung agar tidak terinjak oleh rombongan nabi Sulaiman. Kemudian salah satu semut pun menyuruh teman – temannya untuk segera mencari tempat untuk berlindung, dan rombongan nabi Sulaiman pun pun kemudian meneruskan perjalanannya.

Kisah nabi Sulaiman dengan semut ini diabadikan dalam Al Quran surat An Naml ayat 18 – 19 yang berbunyi :

“Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari. Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”.

Kisah wafatnya nabi Sulaiman

Kisah nabi Sulaiman wafat ini tidak banyak yang mengetahui secara pastinya, karena beliau wafat pada saat mengawasi para manusia dan jin yang sedang bekerja, para pekerja baik dari manusia dan jin tidak ada yang berani melihat ke arah nabi Sulaiman. Mereka bekerja selama berhari – hari, dan selama itu pula nabi Sulaiman terlihat berdiri dengan gagah dengan bersandar di tongkatnya dan terus mengawasi mereka.

Padahal ternyata nabi Sulaiman telah wafat. Beliau wafat dengan berdiri bersandar pada tongkat. Para manusia dan jin baru menyadari kalau nabi Sulaiman wafat setelah tongkat yang disadarinya habis dimakan rayap atas perintah Allah S.W.T. Ketika itulah nabi Sulaiman ambruk tersungkur di tanah, dan para pekerja pun akhirnya mengetahui kalau nabi Sulaiman telah wafat.

Mukjikzat Nabi Sulaiman

Cerita kisah nabi Sulaiman memang banyak sekali terdapat di dalam Al Qur’an. Dalam Al Qur’an tersebut terdapat banyak kisah nabi Sulaiman dan mukjizatnya yang telah diberikan oleh Allah kepadanya. Seperti beliau dapat berbicara dengan bangsa jin, berbicara dengan semua binatang, pertemuan nabi Sulaiman dengan malaikat maut, kisah nabi sulaiman dengan ratu Bilqis dan masih banyak lagi. Kemudian ada lagi kisah cincin nabi Sulaiman yang mana ketika itu nabi Sulaiman menitipkan cincinnya tersebut kepada seorang hamba sahaya karena ditinggal buang hajat, namun ketika beliau memintanya kembali cincin tersebut, hamba sahaya tersebut karena telah ada seseorang yang menyerupai nabi Sulaiman yang telah mengambil cincin tersebut.

Ternyata setelah diselidiki yang mengambil cincin nabi Sulaiman tersebut adalah syetan yang menyerupai nabi Sulaiman bahkan telah menduduki istananya. Kemudian nabi Sulaiman pun memohon pertolongan Allah. Dengan pertolongan Allah akhirnya singgasana dan cincin nabi Sulaiman bisa diperoleh kembali oleh nabi Sulaiman.

Di dalam Al Quran juga banyak yang menceritakan tentang kisah nabi sulaiman dengan jin. Ya, nabi Sulaiman memang merupakan salah satu rosul Allah yang banyak sekali menerima mukjizat, salah satunya adalah dapat berkomunikasi dengan bangsa jin. Ketika nabi Sulaiman sedang menghadapi masalah, maka seluruh bangsa jin dan manusia serta bangsa binatang akan bersatu untuk membantunya.

Demikianlah kisah nabi Sulaiman yang memiliki banyak kelebihan atau mukjizat dari Allah, namun beliau tidak sombong dan menghormati antar sesama makhluk Allah. Kisah nabi Sulaiman banyak sekali yang diabadikan dalam Al Quran sehingga kisahnya akan menjadi sebuah cerita yang dapat diambil hikmahnya oleh kita kaum muslimin yang beriman kepada rosul dan kitab Allah.